Rekayasa Sosial Ekonomi Terintegritas Dorong Kesejahteraan Petani Padi di Bojonegoro

Rekayasa Sosial Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Petani Bojonegoro Bojonegoro — Peneliti dari Universitas Muhammadiyah Malang, Yuni Arba’atun, menemukan pendekatan rekayasa sosial ekonomi lebih mampu meningkatkan kesejahteraan petani padi di Bojonegoro, Jawa Timur. Disertasinya yang diberi judul “Rekayasa Sosial Ekonomi Terintegrasi Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Petani Padi di Kabupaten Bojonegoro” tersebut mengungkap pentingnya pendekatan yang melibatkan petani, bukan hanya memberikan bantuan modal semata. Selain aspek ekonomi, pendekatan yang diberlakukan juga harus menyentuh aspek sosial, perilaku, dan kemandirian petani. Penelitian menemukan, Program Petani Mandiri (PPM) yang tengah berjalan hanya memberikan dampak terbatas, yaitu selisih produktivitas sekitar 5–6 kuintal per hektare, tanpa terjadi transformasi sosial yang lebih luas. Yuni kemudian merumuskan sebuah model rekayasa yang melibatkan empat tahapan: identifikasi masalah, perencanaan intervensi, pelaksanaan terpadu, dan evaluasi. Dalam proses tersebut, petani diberdayakan dan diberi peran aktif sehingga mampu mandiri dan lebih kreatif. “Keberhasilan pertanian bukan hanya soal panen, tapi juga transformasi hidup petani,” ujar Yuni. Yuni juga merekomendasikan pemerintah daerah untuk menyusun ulang kebijakan pertanian yang lebih manusiawi, melibatkan para petani, dan menghubungkan pemerintah, perguruan tinggi, LSM, dan kelompok tani. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan pertanian dapat lebih adil, mandiri, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Oleh: Yuni-Arba’atun, Mahasiswa Doktor Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang.